Mau, Kamu Jadi Pacar Saya?

Posted in Rangkaian on 10 Juni 2011 by YasminNCH

Saya hanya lelaki sederhana, yang punya rencana simpel untuk hidup: bekerja dan berusaha guna memberikan yang terbaik, serta merawat keluarga saya dengan baik pula. Saya yakin kamu mengerti.

Tapi kamu, kamu memang dikirim surga toh, kamu yang independen dan segala bisa, tidak butuh orang lain untuk menyelesaikan masalah kamu. Kamu kira kamu butuh saya? Saya pikir, sayalah yang membutuhkan kamu.

Saya tahu pasti, kalau seorang pria sejati itu bukan mencumbu baru bilang isi perasaannya. Saya juga ga akan melakukan itu kok.

Kalau kamu (yang superior dan independen itu) mau menjadi pacar saya, saya ga akan bilang-bilang ke dunia (kalau itu memang mau kamu). Saya juga ga akan banyak komplain (kalau kamu ingin ini itu dengan sejuta syarat untuk pacaran sama kamu). Kenapa? Ya karena memang saya ngarep ke kamu. Jadi…

Jadi… ya kita tampaknya sudah sama-sama tahu kalau saya suka kamu, dan sedikit banyak kamu pun suka saya (tapi kamu suka ga mau ngaku).

Hm? Kamu, iya kamu: mau, kamu jadi pacar saya?

.

.

Ini catatan, bukan lamaran

If I Were You

Posted in Deep Inside? on 10 Juni 2011 by YasminNCH

Kamu, iya kamu, kamu yang sering tanya:

“Kalau kamu jadi saya, kamu mau gimana?”

.

Saya? Saya akan mencoba menjadi yang terbaik dengan tidak banyak alasan ini itu, belajar komunikasi yang baik, dan menepati janji saya. Saya akan jadi saya yang seperti ketika saya adalah sahabat terbaik : membuat tersenyum dan ketawa terus, bukan sebaliknya.

Tapi, itu kan kalau saya jadi kamu. Sayangnya, saya bukan kamu. Jadi kamu ga melakukan itu.

Suddenly

Posted in Rangkaian on 12 Mei 2011 by YasminNCH

.

Asa tiba-tiba, silaing aya dina pamadegan sim aing.

12

Posted in Deep Inside? on 8 Mei 2011 by YasminNCH

Aku belajar dari kamu, bahwa membangun mimpi bisa bersama-sama, namun tidak selalu begitu pada saat meraihnya. Pada saat itu, bisa saja pisah jalan (seperti kita).

Dunia 12 tahun di sekolah tidak mengajarkan realita hidup seperti itu.  Selama di sekolah, semua dimulai dan diakhiri bersama. Kita masuk pukul 06.30 dan keluar pukul 12.50. Semua diprogram untuk terus berbarengan. Kita masuk dan lulus bersama, hanya kecuali bagi yang benar-benar harus ditinggalkan.

Namun, setelah 12 tahun berseragam, ternyata dunia sesungguhnya tidak seperti itu. Dan, ya, kamu yang pertama kali mengajariku hal itu.

Sudah sampai mana mimpimu kamu raih?

Sudah hampir 3 tahun tanpa cerita seperti pada 3 tahun dengan kamu. Kamu tahu tidak, aku kangen.

.

.

[]

.

.

Dulu, kamu selalu ada kalau aku butuh.

Bandung, 8 Mei 2011, 15.18

Yasmin Nindya Chaerunissa

.

Lagi?

Posted in Rangkaian on 11 April 2011 by YasminNCH

Jadi, mengapa kamu (dulu) tidak pernah menuliskan, untuk aku, sedalam-dalamnya cinta (gombal) mu itu pada rentetan puisi yang kamu tembong-tembong ke mana-mana? Mengapa?

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.