Jadi, mengapa kamu (dulu) tidak pernah menuliskan, untuk aku, sedalam-dalamnya cinta (gombal) mu itu pada rentetan puisi yang kamu tembong-tembong ke mana-mana? Mengapa?
Like this:
Be the first to like this post.
Masukan ini dipos pada 11 April 2011 22:42 dan disimpan pada Rangkaian . Anda dapat mengikuti semua aliran respons RSS 2.0 dari masukan ini
Anda dapat memberikan tanggapan, atau trackback dari situs anda.
7 Mei 2011 pada 21:45
Ah… sudah berapa lama saya tidak main ke sini…
senang sekali mengetahui blog ini masih bertahan
8 Mei 2011 pada 16:41
eaaaa… gitu dehh…